Kamis, April 30, 2009

arti bertambahnya umur

"dan beruntunglah mereka yang mati muda..."

Bertambahnya umur seiring dengan proses penuaan, karena waktu berjalan ke depan. Pertambahan umur disikapi bermacam-macam. Bagi anak kecil yang selalu diharapkan lekas besar, bertambahnya umur umumnya disikapi dengan gembira. Tentunya kita masih ingat dengan rasa itu.

Menjadi ingat kata-kata Beauvoir, perempuan adalah realitas yang belum selesai. Adalah selalu dalam proses menjadi. Jika dikaitkan dengan bertambahnya umur, maka ini bisa diartikan sebagai dengan sedikit demi sedikit menuju dalam proses menjadi tersebut.

Teringat pula dengan Einstein Dream, bahwa setiap hari adalah pengulangan. satu minggu adalah tujuh hari, satu tahun 365 atau 366 hari. Waktu adalah lingkaran yang akan selalu berputar. Apa yang terjadi saat ini telah terjadi jutaan kali sebelumnya.

Memaknai bertambahnya umur dengan pengulangan tanpa perkembangan adalah melelahkan dan tidak produktif. Perkembangan disini tidak dimaknai dalam arti fisik, karena bertambahnya umur akan diikuti beberapa konsekuensi, misalnya menjadi lebih tua. Bertambahnya umur adalah proses memarkahi suatu tahap dalam proses menjadi.

Sebagai perempuan, kehidupan dimarkahi dengan pelbagai peristiwa yang tak berulang yang menentukan tahap usianya. Dimulai dari akil balik, kehilangan keperawanan, pembuahan, kehamilan, melahirkan, menyusui, pengasuhan anak, dan menopouse. Tidaklah heran jika kemudian, perempuan begitu sensitif dengan persoalan penuaan.

Bertambahnya umur merupakan proses dalam membebaskan tubuh dan jiwa sehingga menjadi subjek atas dirinya. Inilah yang kemudian mengapa perempuan adalah proses menjadi, bahkan mungkin kehidupan satu putaran pun belum tentu cukup melaksanakan hal tersebut.

Jika menyitir lebih banyak lagi dari Luce Irigaray, melangkah dalam usia dapat membantu kita menunaikan dengan melampaui pelbagai tahap yang memberikan lebih banyak kebebasan kepada kita untuk menyelesaiakan rumusan identitas kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar