Selasa, Juli 13, 2010

Perubahan

Hidup selalu terbuka dengan perubahan, entah yang datang perlahan ataupun yang datang dengan tiba-tiba. Keluar dari zona nyaman dan masuk dalam zona baru bukanlah sesuatu yang mudah. Ada rasa berat meninggalkan dan ada perasaan takut dengan perubahan. Namun menjadi teringat dengan salah satu tulisan saat saya kursus tentang success. Salah satu ciri orang sukses adalah tidak takut dengan perubahan.

Seperti yang kemarin sudah saya ceritakan di blog saya yang lain, bahwa saya mendapatkan beasiswa ke thailand. Entah mengapa saya merasa berat meninggalkan di sini, meski rasanya saya sudah muak dengan semuanya.

Saya teringat permohonan saya pada Tuhan, betapa inginnya saya pergi ke suatu tempat yang baru dimana tidak ada orang yang mengenal saya, merumuskan kembali hidup saya dan memulai untuk menjadi diri saya baru. Terkadang orang butuh momentum untuk berubah bukan? demikian justifikasi saya.

Manusia memang tidak pernah puas ya..? Ketika mendapatkan sesuatu, ingin sesuatu yang lain yang lebih baik. Seperti sekarang ini, betapa saya sekarang lebih menginginkan agar kuliah di Turki (beasiswa ini pengumuman baru bulan september besok). Hmm... tapi tentu saja semua yang terjadi sudah merupakan jalinan rapi rencana Tuhan untuk mahkluknya. Belajar bersyukur dan berpikir positif masih menjadi PR untuk saya.

Sabtu, Juli 10, 2010

tentang seseorang

Entahlah, apa namanya rasa ini. Hingga saat ini aku tak tahu. Ada rasa benci, kesal, sakit, cinta, rindu.. Aah, mengapa begitu membingungkan. Aku tak pernah mengerti dengan rasa ini. Aku sakit karenamu, namun aku masih saja berusaha mengetahui segala hal tentang kamu.

3 hari yang lalu, dengan tiba-tiba kamu menghubungiku dan mengajak bertemu. Aku mengiyakannya. Ditengah hujan yang rintik-rintik kita bertemu, di tempat kau seringkali menunggu dan menjemputku. Mau tak mau aku menjadi teringat masa itu. Namun saat ini posisi kita sudah berbeda, tidak lagi seperti dahulu. Aah, terasa sekali sakitnya.

Aku masih saja tak mengerti tentang kebenaran cerita yang kau katakan. Bahkan aku pun juga tak mengerti, ketika kau berusaha merayuku itu adalah hal yang sebenarnya atau tidak. Namun jarak ini terasa sangat nyata. Dan aku kembali dipertanyakan dengan perasaanku padamu.

Kadang aku bertanya, apakah antara kami ada afiliasi rasa? Entahlah...