Sabtu, Oktober 18, 2008

dalam sebuah fase hidupku

Lagu Yovie Nuno mengiringi tulisan ini, habis rasanya pas banget siy (kalo nggak pas ya dipas-pasin lah).
Bagaimana rasanya jika orang yang disayangi ternyata membohongi kita? Yah, bohong-bohong dikit nggak papa lah, aku juga pernah melakukannya. Namun kalau dia berbohong menyembunyikan hubungannya dengan perempuan lain, apakah tidak sakit. Aku masih ingat bagaimana dia begitu mempertahankan argumennya untuk menutupi kebohongannya. sampai akhirnya aku menemukan bukti yang lebih jelas...
Rasanya sakit sekali,bagaimana tidak setelah mati-matian berusaha mempercayai dan mempertahankan hubungan kemudian mengetahui hal tersebut. Rasanya betul-betul tertusuk sebilah pisau (terlalu hiperbola ya?)
dan akhirnya diakuilah kebohongan itu. Rasanya sudah berusaha untuk tegar, namun memang aku tidak bisa menafikkan kalau aku menyayanginya. He is a part of me, aku punya mimpi untuk bersamanya melakukan sesuatu untuk dunia yang lebih baik.
hubungan kami kemudian tetap berlanjut. Beberapa saat kemudian, aku menemukan hal lain. Meski terlihat sangat tidak rasional, namun aku berusaha untuk mempercayainya.
Hingga saat ini aku masih merasa takut mengkhianati prinsipku. Jika dia masih menjalin hubungan denga orang lain, sementara aku juga masih menjalin hubungan dengannya. Artinya aku akan menyakiti saudariku yang lain (aku sangat menjunjung tinggi persaudarian). dan aku sangat tidak mentolerir perselingkuhan.
harus bagaimana ya.....?
aku menjadi tidak percaya pada sebuah hubungan
Aku