Kadang saya merasa kesal dengan diri saya tidak cukup konsisten dalam menjalankan apa yang telah saya tetapkan. Hati saya terlalu mudah luluh, dan kadang logika tak lagi menjadi pertimbangan utama.
kadang saya merasa sangat bodoh... ketika berefleksi tentang hidup saya. Saya tidak sebaik yang orang pikirkan. Andai saja mereka tau, akankah dapat mempercayainya? entahlah.. proses ini benar-benar membuat saya limbung. Saya tidak sedang mencari pembenar atas hal tidak baik yang telah saya lakukan selama ini. Entahlah, hitam putih seakan berhimpit dan mengaburkannya.
Ketika saya telah mencoba menetapkan hati, ketika saya sudah mencoba cukup berusaha. namun hal lain yang justru saya hadapi. saya begitu lemah, kontrol diri terlalu cepat saya langgar. Saya tidak sedang memberi maaf terhadap diri saya, tidak...
Ketika saya mendapati diri saya saat ini, betapa rapuhnya saya dan betapa energi ini telah habis terkuras atau saat ternyata saya menyadari saya tidak cukup bisa melakukan apa yang saya inginkan...
begitu inginnya saya...
perempuan adalah realitas yang belum selesai, selalu dalam proses menjadi... (beauvoir)
Minggu, Desember 28, 2008
Senin, Desember 22, 2008
Gara-gara lari-lari tadi pagi, hp jatuh [jadi bocel deh, sedih hiks..hiks...] dah gitu hampir aja nyawa melayang ketabrak. Nggak hanya itu, hampir aja jatuh di jalan. Saking buru-burunya, rasanya mau putus nih kaki dipacu berlari-lari. it's a hard day for me...
Tapi ada beberapa ide yang kemudian muncul, setelah beberapa lamanya stag. Tinggal gimana merealisasikannya. Biar nggak sebatas pemikiran atau buat aku jadi omong doang. Terasa banget betapa aku pengen mewujudkannya. Semoga Tuhan kemudian mempermudah jalan ini.
hari berganti, dan kemudian semakin dekat dengan hari itu. Saat kejujuran harus kuutarakan. Saat aku harus benar-benar menunjukkan bahwa aku cukup tegar dengan semua hal yang terjadi pada diriku. Aku tau aku telah berbuat salah, namun aku punya alasan untuk melakukannya. Hmm..selalu ada alasan untuk melakukan pembenaran (kata-kata pamungkas yang selalu kugunakan sebagai senjata..).
Tapi, mengapa ya malas masih kurasakan, hingga tidak ada hal yang aku kerjakan. susah juga, namun rasanya semuanya belum mau berkompromi. Aku masih terlalu larut dalam suasana hatiku. Hal yang tidak bisa dibiarkan dan diturutkan. Semangat ria...!!!
Tapi ada beberapa ide yang kemudian muncul, setelah beberapa lamanya stag. Tinggal gimana merealisasikannya. Biar nggak sebatas pemikiran atau buat aku jadi omong doang. Terasa banget betapa aku pengen mewujudkannya. Semoga Tuhan kemudian mempermudah jalan ini.
hari berganti, dan kemudian semakin dekat dengan hari itu. Saat kejujuran harus kuutarakan. Saat aku harus benar-benar menunjukkan bahwa aku cukup tegar dengan semua hal yang terjadi pada diriku. Aku tau aku telah berbuat salah, namun aku punya alasan untuk melakukannya. Hmm..selalu ada alasan untuk melakukan pembenaran (kata-kata pamungkas yang selalu kugunakan sebagai senjata..).
Tapi, mengapa ya malas masih kurasakan, hingga tidak ada hal yang aku kerjakan. susah juga, namun rasanya semuanya belum mau berkompromi. Aku masih terlalu larut dalam suasana hatiku. Hal yang tidak bisa dibiarkan dan diturutkan. Semangat ria...!!!
Minggu, Desember 21, 2008
hmmm...
nggak tau kenapa, akhir-akhir ini rasanya jadi nggak produktif banget. pagi yang seharusnya fresh, malah ngantuk gara-gara tidur pagi. seseorang pernah mengatakan kalo mau tidur tepat waktu tinggal matiin lampu, televisi, trus tidur..pasti ntar tidur, gitu katanya. pas dipraktekkin, nggak juga tuh. malah bingung mau ngapain, padahal rasanya nggak ada hal yang harus dikerjakan. maklum sekarang aku nggak mau lagi membebani diriku.
alih-alih mau nulis, eeh malah main game nggak jelas. payah niy.. kapan mau selesei tulisannya? bahkan untuk merapikan kamarpun rasanya enggan (padahal kamar gedenya juga nggak seberapa). udah gitu, nafsu makan naik. bawaannya pengen makan teruss, wah dah naik berapa kilo niy..gpp lah. meski gitu, penyakit lama masih juga datang. heran dah makan aja kok masih aja datang..
rasanya aku nggak boleh larut, harus bangkit dan memulai hidup dengan cara baru, dengan semangat baru. ada mimpi yang harus dikejar, ada hal yang harus dilakukan.. setidaknya itulah yang menjadi semangatku dalam menjalani hari.
setelah masa sulit, akan datang masa bahagia. dan dalam proses ini diri kita ditempa. bagaimana belajar dari hal yang lalu (kalo nggak belajar, berarti nggak menghargai hidup dong. masak dah tau salah kok diulang-ulang. artinya belum benar-benar sadar. ada something wrong tuh..).
alih-alih mau nulis, eeh malah main game nggak jelas. payah niy.. kapan mau selesei tulisannya? bahkan untuk merapikan kamarpun rasanya enggan (padahal kamar gedenya juga nggak seberapa). udah gitu, nafsu makan naik. bawaannya pengen makan teruss, wah dah naik berapa kilo niy..gpp lah. meski gitu, penyakit lama masih juga datang. heran dah makan aja kok masih aja datang..
rasanya aku nggak boleh larut, harus bangkit dan memulai hidup dengan cara baru, dengan semangat baru. ada mimpi yang harus dikejar, ada hal yang harus dilakukan.. setidaknya itulah yang menjadi semangatku dalam menjalani hari.
setelah masa sulit, akan datang masa bahagia. dan dalam proses ini diri kita ditempa. bagaimana belajar dari hal yang lalu (kalo nggak belajar, berarti nggak menghargai hidup dong. masak dah tau salah kok diulang-ulang. artinya belum benar-benar sadar. ada something wrong tuh..).
Sabtu, Desember 20, 2008
kadang berpikir tentang langkah yang aku jalani. jika boleh aku jujur ini sangat berat buat aku. ada-ada saja terpaan yang datang. dan hal yang ada di sekelilingku acapkali melemahkanku ketimbang menguatkan aku.
Terlalu banyak membuang energi, itu yang kemudian aku rasakan. Apa aku punya pilihan lain? Yup, tapi sudah siapkah aku memilihnya dengan segala konsekuensi yang akan terjadi. atau tetap pada jalan ini dengan konsekuensi makin banyak energi yang akan terbuang dan apakah aku masih bisa mempertahankan sebongkah idealisme itu?
kadang berpikir, mungkin idealisme itu sudah menguap saat aku memilih jalan ini. entahlah, namun rasanya tidak. aku hanya menempuh jalan lain. tapi justru ini yang kemudian acapkali membuatku berada daalam kegalauan. Aku tidak bisa berpijak di dua kursi.
satu yang kupastikan, ada rencana lain yang terbaik untukku. untuk itulah aku ada di sini. selalu ada jalan untuk niat baik.. Aku yakin itu
Terlalu banyak membuang energi, itu yang kemudian aku rasakan. Apa aku punya pilihan lain? Yup, tapi sudah siapkah aku memilihnya dengan segala konsekuensi yang akan terjadi. atau tetap pada jalan ini dengan konsekuensi makin banyak energi yang akan terbuang dan apakah aku masih bisa mempertahankan sebongkah idealisme itu?
kadang berpikir, mungkin idealisme itu sudah menguap saat aku memilih jalan ini. entahlah, namun rasanya tidak. aku hanya menempuh jalan lain. tapi justru ini yang kemudian acapkali membuatku berada daalam kegalauan. Aku tidak bisa berpijak di dua kursi.
satu yang kupastikan, ada rencana lain yang terbaik untukku. untuk itulah aku ada di sini. selalu ada jalan untuk niat baik.. Aku yakin itu
Selasa, Desember 16, 2008
maaf
Maaf ya, jika saya kemudian tidak bisa mengontrol emosi. Akhirnya, kalian mengetahui saat terburuk saya.
Padahal saya berjanji untuk tidak lagi menampakkan hal ini, namun ternyata saya begitu rapuh. Untunglah kemudian saya bertemu dengan seseorang, saudari saya. Yang kemudian menyadarkan pada saya mengapa saya hadir. Kemudian saya disadarkan bahwa tak selamanya ingin saya bisa direalisasikan. Saya harus mampu berkompromi katanya..
maaf, tapi rasanya saya telah melakukan hal bodoh.. saya telah melemahkan persaudarian saya yang berusaha saya jalin. maaf..benar-benar dilema bagi saya. namun sungguh itu tidak dari dalam hati saya. ini bukanlah pembenaran, namun ini adalah kenyataan yang sesunggungnya..
Life should go on.. dan saya harus tegar dengan hidup saya. yang saya tahu tidak lagi sama. saat proses ini terkadang melemahkan saya. saat menyadari bahwa *********** justru membuat saya ********.
Padahal saya berjanji untuk tidak lagi menampakkan hal ini, namun ternyata saya begitu rapuh. Untunglah kemudian saya bertemu dengan seseorang, saudari saya. Yang kemudian menyadarkan pada saya mengapa saya hadir. Kemudian saya disadarkan bahwa tak selamanya ingin saya bisa direalisasikan. Saya harus mampu berkompromi katanya..
maaf, tapi rasanya saya telah melakukan hal bodoh.. saya telah melemahkan persaudarian saya yang berusaha saya jalin. maaf..benar-benar dilema bagi saya. namun sungguh itu tidak dari dalam hati saya. ini bukanlah pembenaran, namun ini adalah kenyataan yang sesunggungnya..
Life should go on.. dan saya harus tegar dengan hidup saya. yang saya tahu tidak lagi sama. saat proses ini terkadang melemahkan saya. saat menyadari bahwa *********** justru membuat saya ********.
Rabu, Desember 10, 2008
saat rasa bermetamorfosa
Rasanya tlah berpuluh kali aku berusaha mempercayaimu, namun berulang kali usaha itu termentahkan oleh berbagai realita yang aku temui. Ironis.. Karena rasa yang kupunya, berulang kali aku memaafkanmu dan berusaha mempertahankan hubungan ini. Bukan hal yang mudah, namun aku lakukan. Aku nafikkan ego dan sakit yang aku rasa. Namun rupanya ini hasil yang aku tuai. Pernahkah mati-matian mempercayai sesuatu? Namun ternyata hal itu adalah kebohongan belaka? How stupid I am.. Entah kemana logika dan rasio selama ini hingga kemudian aku berlaku sebodoh ini?
Terlalu sering jika aku berucap sakit, dan terlalu sering rasanya air mata ini tertumpah. Tapi kini aku tak mau lagi itu. Betapa kemudian aku mendapati kalau diriku tak lebih hanya sebagai *********** untukmu. Fuck!!! Maaf.. namun ini yang aku rasakan padamu.
Rasa sakit ini tlah terakumulasi dan membuat rasa yang ada padamu tlah bermetamorfosa. Aku tau, kalau manusia tidak ada yang sempurna dan adakalanya melakukan khilaf, seperti argumenmu selama ini. Namun yang aku tahu, seharusnya tidak menjadi pembenar untuk saling menyakiti.
Aku tidak sedang menyalahkanmu. Ini salahku juga. Aku cuma berharap agar kau nantinya belajar untuk lebih menghargai dan menjaga perasaan orang lain. Masih ingatkah kamu dengan pelajaran dari Morrie? Aku berharap kamu mengerti tentang bagaimana cinta itu dan bagaimana menghargai orang lain.
Aku tidak sedang menghakimimu, sebagaimana yang selalu kau tuduhkan padaku, yang menjadikan dirimu sebagai tersangka, hingga berkata "Apa lagi?" Aku cuma berharap agar kau belajar dan aku berharap hal ini tidak akan terjadi lagi. Aku tau, kamu sangat cerdas untuk bisa mengerti tulisanku yang dangkal ini, dan terlalu cerdas untuk menilainya. Namun mengapa kau tidak cukup cerdas untuk mengetahui bahwa apa yang kau lakukan menyakiti orang lain?
Rasa ini tlah bermetamorfosa dan membuatku ingin melupakan dirimu. Bahkan kadang berpikir "seandainya.." seandainya aku tak mengenalmu, seandainya aku tak memberimu kesempatan, seandainya aku cukup cerdas untuk berpegang pada rasioku bukan rasa, seandainya... Namun hidup tak mengenal seandainya, yang ada adalah waktu yang terus melaju dan hidup yang terus berjalan karena semuanya bergerak ke depan.
Maaf jika aku tlah mengacaukan rencana kamu... Doaku bersamamu, semoga kamu bahagia dan dapat memaknai hidupmu.
kemudian hari ini tiba
saat kita kemudian tak lagi bersama
saat rasa untukmu tak bisa lagi aku berikan
saat sakit menyeruak antara kita
Terlalu sering jika aku berucap sakit, dan terlalu sering rasanya air mata ini tertumpah. Tapi kini aku tak mau lagi itu. Betapa kemudian aku mendapati kalau diriku tak lebih hanya sebagai *********** untukmu. Fuck!!! Maaf.. namun ini yang aku rasakan padamu.
Rasa sakit ini tlah terakumulasi dan membuat rasa yang ada padamu tlah bermetamorfosa. Aku tau, kalau manusia tidak ada yang sempurna dan adakalanya melakukan khilaf, seperti argumenmu selama ini. Namun yang aku tahu, seharusnya tidak menjadi pembenar untuk saling menyakiti.
Aku tidak sedang menyalahkanmu. Ini salahku juga. Aku cuma berharap agar kau nantinya belajar untuk lebih menghargai dan menjaga perasaan orang lain. Masih ingatkah kamu dengan pelajaran dari Morrie? Aku berharap kamu mengerti tentang bagaimana cinta itu dan bagaimana menghargai orang lain.
Aku tidak sedang menghakimimu, sebagaimana yang selalu kau tuduhkan padaku, yang menjadikan dirimu sebagai tersangka, hingga berkata "Apa lagi?" Aku cuma berharap agar kau belajar dan aku berharap hal ini tidak akan terjadi lagi. Aku tau, kamu sangat cerdas untuk bisa mengerti tulisanku yang dangkal ini, dan terlalu cerdas untuk menilainya. Namun mengapa kau tidak cukup cerdas untuk mengetahui bahwa apa yang kau lakukan menyakiti orang lain?
Rasa ini tlah bermetamorfosa dan membuatku ingin melupakan dirimu. Bahkan kadang berpikir "seandainya.." seandainya aku tak mengenalmu, seandainya aku tak memberimu kesempatan, seandainya aku cukup cerdas untuk berpegang pada rasioku bukan rasa, seandainya... Namun hidup tak mengenal seandainya, yang ada adalah waktu yang terus melaju dan hidup yang terus berjalan karena semuanya bergerak ke depan.
Maaf jika aku tlah mengacaukan rencana kamu... Doaku bersamamu, semoga kamu bahagia dan dapat memaknai hidupmu.
kemudian hari ini tiba
saat kita kemudian tak lagi bersama
saat rasa untukmu tak bisa lagi aku berikan
saat sakit menyeruak antara kita
Senin, Desember 08, 2008
when the pain so real
today really..really my holiday. But I just spent my time on my room, after Ied pray and going to the market. Dan masak tentunya. membosankan ya...? But I get enough sleep, after a few day got insomnia.
when I am lonely, I feel that this pain so real. I try to forget you, but I can't. and it makes me doing my stupidity (again..?) I miss you so much.. Ugh..how stupid I am. setelah semua yang terjadi I still miss him..? Bodohnya...dan luka ini pun menjadi sangat terasa.
U know what..? After that, I cut my hair! Hmmm... I think it just suggestion, but i think fresher..
and, seperti biasa kalo udah mikir gini, I have problem with my stomach.. Asam lambung ini memang nggak bisa diajak kompromi. Tapi tetep saja makan pedas (bandelnya saya..).
hidup terlalu singkat untuk diisi dengan air mata. Dan aku juga tidak mau melakukannya. Energi ini lebih baik disalurkan untuk hal yang lain. But this day I think I am not productive enough.. tulisan yang aku rencanakan selesai hari ini belum juga selesai.
when the pain so real, I wish i can face this. I am sure, there will be a good thing for me.
when I am lonely, I feel that this pain so real. I try to forget you, but I can't. and it makes me doing my stupidity (again..?) I miss you so much.. Ugh..how stupid I am. setelah semua yang terjadi I still miss him..? Bodohnya...dan luka ini pun menjadi sangat terasa.
U know what..? After that, I cut my hair! Hmmm... I think it just suggestion, but i think fresher..
and, seperti biasa kalo udah mikir gini, I have problem with my stomach.. Asam lambung ini memang nggak bisa diajak kompromi. Tapi tetep saja makan pedas (bandelnya saya..).
hidup terlalu singkat untuk diisi dengan air mata. Dan aku juga tidak mau melakukannya. Energi ini lebih baik disalurkan untuk hal yang lain. But this day I think I am not productive enough.. tulisan yang aku rencanakan selesai hari ini belum juga selesai.
when the pain so real, I wish i can face this. I am sure, there will be a good thing for me.
piknik
akhirnya bisa ngajak anak-anak jalan-jalan. Rencananya mendadak sih, tapi nggak apa lah. Seneng deh melihat anak-anak semangat banget. Sampe nggak kerasa capek meski jalan beberapa kilometer padahal ria lagi puasa.
Seneng juga ngelihat agung dah ada sama anak-anak. Ehm..selama ini agak susah mo ngajak anak-anak jalan-jalan soalnya kalo ria sendirian kan susah menjaga anak-anak. Untung ada temen-temen yang kemudian mau bantu.
Semula mau ke pantai mutiara, tapi kita sampai sana sudah siang. Udah nggak boleh masuk deh sama penjaganya. Sedih sih..apalagi anak-anak dah jalan lumayan jauh. Hmm... senengnya mereka masih tetap menikmati perjalanan.
sedih deh saat anak-anak nanya tentang kamu. Aku cuma bisa bilang "stop it" dalam hati. Rasanya terlalu sakit untuk itu, aku berharap mereka tak menanyakan itu padaku. Saat mereka menceritakan kalau kangen sama kamu, kalau mereka mau buat perayaan saat kamu datang. Thanx God, ria masih bisa menahan emosi ria. Seenggaknya di depan anak-anak.
Ria nggak ngerti sama kamu.. ria sih cuma berharap anggapan ria tentang kamu salah. Ria harap kamu masih punya hati, bahwa rasa pedulimu bukan hanya citra yang ingin ditampilkan. Semoga saja kamu kamu tahu tentang bagaimana 'menjalin hubungan', apalagi jika apa yang ditawarkan mereka itu tulus. Setidaknya, jika kamu tidak mengerti hal itu dariku, kamu bisa mengerti dari mereka. Dan semoga di sana kamu belajar banyak, tentang menghargai dan menjaga perasaan orang lain serta berusaha untuk jujur.
Semoga kamu membacanya, salam anak-anak untukmu. Semoga kamu bisa menemukan jalan sebagaimana inginmu dan menjadi lebih baik lagi.
Seneng juga ngelihat agung dah ada sama anak-anak. Ehm..selama ini agak susah mo ngajak anak-anak jalan-jalan soalnya kalo ria sendirian kan susah menjaga anak-anak. Untung ada temen-temen yang kemudian mau bantu.
Semula mau ke pantai mutiara, tapi kita sampai sana sudah siang. Udah nggak boleh masuk deh sama penjaganya. Sedih sih..apalagi anak-anak dah jalan lumayan jauh. Hmm... senengnya mereka masih tetap menikmati perjalanan.
sedih deh saat anak-anak nanya tentang kamu. Aku cuma bisa bilang "stop it" dalam hati. Rasanya terlalu sakit untuk itu, aku berharap mereka tak menanyakan itu padaku. Saat mereka menceritakan kalau kangen sama kamu, kalau mereka mau buat perayaan saat kamu datang. Thanx God, ria masih bisa menahan emosi ria. Seenggaknya di depan anak-anak.
Ria nggak ngerti sama kamu.. ria sih cuma berharap anggapan ria tentang kamu salah. Ria harap kamu masih punya hati, bahwa rasa pedulimu bukan hanya citra yang ingin ditampilkan. Semoga saja kamu kamu tahu tentang bagaimana 'menjalin hubungan', apalagi jika apa yang ditawarkan mereka itu tulus. Setidaknya, jika kamu tidak mengerti hal itu dariku, kamu bisa mengerti dari mereka. Dan semoga di sana kamu belajar banyak, tentang menghargai dan menjaga perasaan orang lain serta berusaha untuk jujur.
Semoga kamu membacanya, salam anak-anak untukmu. Semoga kamu bisa menemukan jalan sebagaimana inginmu dan menjadi lebih baik lagi.
Jumat, Desember 05, 2008
buon compleanno
Hampir saja hari ini ria lupa kalau sekarang adalah ulang tahunmu.. Ternyata reminder di HP yang mengingatkannya, ulang tahunmu ke duapuluh lima. Hm..sudah seperempat abad ya.. Tanpa terasa 8 tahun telah berlalu. Banyak hal yang terjadi, yang kemudian terlewat olehmu, atau diam-diam kau memperhatikannya? Entahlah... Demikian juga pada hidup ria, ketika jalan tak selamanya mulus. Dan ketika sesal begitu bergelayut membuat langkah ini kian terasa berat. Betapa mendung masih terasa di sini.
Ria hanya bisa mendoakanmu dari sini, mendoakan yang terbaik untukmu. Maafkan ria ya.. dan maaf pula untuk tak bisa datang kembali ke sana. Sekali lagi, selamat ulang tahun..
Ria hanya bisa mendoakanmu dari sini, mendoakan yang terbaik untukmu. Maafkan ria ya.. dan maaf pula untuk tak bisa datang kembali ke sana. Sekali lagi, selamat ulang tahun..
Selasa, Desember 02, 2008
ketika gamang
Gamang tiba-tiba menyeruak
membuncah dan membuatku semakin ingin terbang
Sekian lama aku mencari.. menyusuri jalan terjal yang makin mendaki. mendadak aku teringat akan yang telah aku tempuh sebelumnya. Membuatku tersadar betapa aku merinduinya.
Bimbang ini semakin meraja, namun aku berusaha untuk tetap menikmati adaku di sini.
membuncah dan membuatku semakin ingin terbang
Sekian lama aku mencari.. menyusuri jalan terjal yang makin mendaki. mendadak aku teringat akan yang telah aku tempuh sebelumnya. Membuatku tersadar betapa aku merinduinya.
Bimbang ini semakin meraja, namun aku berusaha untuk tetap menikmati adaku di sini.
Langganan:
Komentar (Atom)