Sabtu, Desember 22, 2007

maaf

entah bagaimana pula diriku
hingga kemudian mengikuti perasaan itu
membuatku hanyut
tak kuasa menolak
dan aku hanya bisa berkata maaf

pada idealisme dan segala macam kawan-kawannya
aku tak mampu menghindarinya
meski usaha tlah kulakukan

MAAF

Happy Birthday

untuk ***

mungkin ini terlambat
namun tidak ada salahnya aku ucapkan padamu
"selamat ulang tahun"
mungkin kamu tak pernah tahu tentang aku
yang selalu berusaha mencari tahu segala hal tentang dirimu
termasuk mengingat hari ulang tahunmu

berbagai langkah kutempuh
hm... yang kata orang cinta monyet? namun entahlah...
aku begitu terobsesi hingga mencari bayanganmu
dan hingga kini rasa ini masih tersisa untukmu

happy birthday...
5 dec

Minggu, Oktober 28, 2007

life should go on

kegagalan acap kali kutemui, bahkan saat putaran nasib kemudian memerosokkan diriku dalam jurang keputusasaan.. saat waktu seakan mengejekku. Yah, putaran roda nasib memang tak selamanya membawa kita di atas.

saya masih ingat, betapa sebuah keputusan telah berdampak pad diri saya. bagaimana saya menyesalinya dalam waktu yang cukup lama.. Hingga acap kali berpikir "seandainya".

atau saat saya gagal melewati rintangan terakhir dari rangkaian rintangan tuk tentukan langkah saya dibawa.. Ini tidak terjadi sekali, tapi telah dua kali. dan betapa terpukulnya saya saat kejadian itu kemudian berulang.

betapapun saya menyesalinya, betapapun saya kecewa, hidup terus berjalan. waktu tidak pernah berputar balik. sehingga yang ada adalah saya dan waktu yang terus berjalan.

Yach, life should go on.... saya tidap boleh menyesali terlalu lama. karena hidup harus disikapi. berpikir positif adalah cara untuk menyikapi waktu yang terus berlari..

Sabtu, September 22, 2007

pada sebuah titik langkah hidupku

Hari ini, kembali aku merenungkan perjalanan hidupku. Tak terasa 23 tahun telah kulalui. Entahlah berapa lama lagi aku mengarungi luasnya dunia ini. Bukankah tak ada yang tahu tentang umur dan lama hodupnya. Yah, hanya Tuhan yang tahu.

Aku bertanya dalam langkah yang tengah kujalani. Inikah yang kucari, sungguhkah aku ingin berada di sini. Nyatanya aku juga masih belum bisa memutuskan. Sebagaimana kebimbangan yang tengah aku rasakan. Mungkin pilihan terasa mudah, namun tidak bagiku. Kebimbangan ini kembali terasa, aku tidak mau kembali melakukan kesalahan yang sama dalam membuat pilihan. Dan ini sangat berat. Namun kita tidak tahu apakah itu yang terbaik bagi kita atau bukan jika kita tidak memilih? Kita akan tahu kemudian. Dan kembali kata-kata penghibur itu datang "pasti ada hal baik dalam semua peristiwa".

Keputusan ini, benarkah yang aku inginkan. Aku tidak bisa berbicara tentang ketidakadilan yang ada di depan mataku.. Sanggupkah aku menutup mata, jika perlawanan ini terasa menyesakkan? Dan akankah pilihan untuk segera pergi itu yang bakal aku pilih? Aku hanya berpikir, bahwa adaku disini membuatku sakit dan menyakiti hatiku... Buatku tak habis berpikir bagaimana bisa kemudian aku terjebak di dalamnya?

Jika aku berpikir demikian, maka bertahan akan semakin terasa menyakitkan. Aku kembali dihadapkan pada tanya akan kemana langkah ini... Aku kembali bertanya pada hadirku...

Pada sebuah titik langkah hidupku, nyatanya masih menyisakan tanya dan bimbang di hatiku.

Sabtu, September 15, 2007

aku dan hidupku

dan bertanya aku kemana nasib akan membawa aku dan hidupku
dalam kegamangan aku bertanya
sungguhkah ini jalanku
sungguhkah ini yang terbaik untukku
dan aku berharap untuk meninggalkannya
terasa lelah dan jenuh ini tak bisa terelakkan
saat dapati penindasan tak dapat diatasi
aku mau segera angkat kaki

Senin, Agustus 27, 2007

menikah

Kapan menikah?
Barangkali itu adalah pertanyaan yang sering saya dapatkan, saat saya berkomunikasi dengan teman-teman saya. Tapi tidak menjadi pertanyaan yang dilontarkan di keluarga saya.

Menikah ... Dari kabar teman-teman saya, banyak di antara mereka yang telah menikah, dan saya pikir itu yang mendasari pertanyaan itu kepada saya. Bagi saya itu bukan pertanyaan kecil atau sepele. Ya, karena bagi saya menikah adalah hal besar.

Menikah bukanlah suatu kewajiban, dalam agama yang saya anut, menikah tidak wajib hukumnya. Jadi tidak salah bila kemudian timbul pikiran untuk tidak menikah.. Hal itu adalah hak tiap orang, karena hidup adalah milik orang tersebut.

Menikah beda agama? saya tidak terlalu mempermasalahkan agama dalam pernikahan. Yach meski hal ini mendapat tentangan dari orang-orang terdekat saya. Saya pikir sepanjang bisa saling menghargai dan menghormati, itu bukanlah suatu hal yang harus dibesar-besarkan. Toh sudah dewasa, yang berarti bisa dewasa dalam berpikir.

Menikah? Entahlah, saya pikir saya masih terlalu kecil untuk membahas atau memikirkannya (really? meski umur saya sudah hampir seperempat abad). Yach, bagi saya menikah tidak semudah membalik telapak tangan.

Bandung, 27 Agustus 2007

susahnya mencari kos

Beberapa minggu yang lalu, saya menemani teman mencari kos. Kos yang dicari, pembayaran per bulan, tidak jauh dari tempat kerja.
Ugh... mecari kos ternyata susah ya... Bagaimana tidak, kebanyakan kos yang ada ditujukan untuk Perempuan Muslimah. kebetulan teman saya non muslim.
Bisa dibayangkan, kalau kebanyakan kos untuk perempuan muslim; tentu sulit bagi orang non muslim...

Minggu, Agustus 05, 2007

tentang female modesty

Gw barusan baca buku, tepatnya novel. Ceritanya terinspirasi sama female modesty (baca tentang female modesty di padang-rumput.blogspot.com). Trus gw penasaran sama female modesty ini, jadi gw baca bukunya (aduh gw lupa pengarangnya), di kata pengantar yang ditulis ama ratna megawangi, dia paparkan tentang female modesty itu.

Gw jadi bertanya, apa itu yang diinginkan perempuan? Gw ga tau.Kalo buat gw, gw fine and enjoy dengan apa yang gw yakini tentang keperempuanan gw ini

Jumat, Mei 25, 2007

menjadi perempuan

menjadi perempuan alangkah susahnya...
dari menstruasi yang dialami pertama kali, dan kemudian datang setiap bulannya, hamil, melahirkan....
menikah..
jengah rasanya saat ditanya kapan akan menikah. Ada standar pada umur berapa perempuan menikah, dan bila tidak akan jadi bahan omongan.Dan kemudian rasanya semua orang merasa itu adalah masalahnya, hingga berpayah mencarikan jodoh.
Saya benar-benar tidak mengerti. Bukankah menikah adalah pilihan?
Menjadi perempuan alangkah susahnya..
apalagi hidup di masyarakat yang masih kuat budaya patriarkinya.
Perempuan menanggung beban ganda dan perempuan selalu berada dalam posisi lemah dan dilemahkan..
Betapa itu susahnya
saya bangga menjadi seorang perempuan

Sabtu, Mei 12, 2007

rasanya lelah dalam menjalani hidup ini. dari masalah kerja yang benar-benar buatku frustasi dan kadang ingin menyerah.
ingin sekali sejenak aku lepas dari semua, tapi tentu saja itu tidak menyelesaikan masalah. yang ada adalah aku menghindari masalah. kadang aku berpikir apakah memang ini yang terbaik bagiku.
apakah aku kurang berusaha dalam menghadapi semua.
aku lelah..