Selasa, Desember 16, 2008

maaf

Maaf ya, jika saya kemudian tidak bisa mengontrol emosi. Akhirnya, kalian mengetahui saat terburuk saya.
Padahal saya berjanji untuk tidak lagi menampakkan hal ini, namun ternyata saya begitu rapuh. Untunglah kemudian saya bertemu dengan seseorang, saudari saya. Yang kemudian menyadarkan pada saya mengapa saya hadir. Kemudian saya disadarkan bahwa tak selamanya ingin saya bisa direalisasikan. Saya harus mampu berkompromi katanya..

maaf, tapi rasanya saya telah melakukan hal bodoh.. saya telah melemahkan persaudarian saya yang berusaha saya jalin. maaf..benar-benar dilema bagi saya. namun sungguh itu tidak dari dalam hati saya. ini bukanlah pembenaran, namun ini adalah kenyataan yang sesunggungnya..

Life should go on.. dan saya harus tegar dengan hidup saya. yang saya tahu tidak lagi sama. saat proses ini terkadang melemahkan saya. saat menyadari bahwa *********** justru membuat saya ********.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar