ada berjuta sesal disamping rasa sedih... Kita baru merasakan saat orang tersebut telah pergi. Kadang merasa kesal dengan diriku yang acapkali kurang dapat menunjukkan betapa sayang dan cintaku pada seseorang, orang-orang yang aku cinta.
rasanya baru kemarin aku melihatnya menghampiriku dengan langkahnya yang khas ketika melihatku pulang. rasanya baru kemarin kembali kumendengarnya memintaku untuk makan. meski terkadang aku merasa kesal, karena sepertinya aku masih kanak-kanak yang harus selalu diingatkan makan. namun itu bentuk sayangnya padaku yang kadang salah kuterjemahkan.
aku masih ingat, betapa khawatirnya dia saat suhu badanku sangat panas. tak henti-hentinya memijat-mijat badanku dan menanyakan apa keinginanku. memaksaku untuk tidur dan beristirahat. rasanya aku masih merasakan sentuhan tangannya...
dan betapa rasa haru menyeruak ketika mendengarnya mengucapkan doa untukku.. ketika bibirnya tak henti-hentinya memohon dan berdoa untukku. dalam kesederhanaan dan kelugasannya, terasa betapa tulusnya dia menyayangi kami. aku akan selalu merindukan saat-saat itu.
dan saat aku tak lagi bisa bertemu dengannya, membuatnya bahagia dan tersenyum... terasa sekali penyesalan ini begitu menderaku. jutaan rasa bersalah menghantuiku dan membuatku sangat lemah dan tak berarti. kata maaf rasanya tak pernah cukup dan semakin merasa tak berdaya.
aku tak bisa membahagiakanmu bahkan di saat terakhirmu pun aku tak ada di sana. terima kasihpun rasanya belum terucap. aku tak bisa mempercayai apa yang aku lihat. tak ada lagi teriakan khasmu... aku merindukan saat kita bercengkerama, berbicara tentang masa depan dan masa lalumu, atau mengajakmu mengetahui jalan pikirmu. semua yang dahulu terasa biasa menjadi sesuatu yang kurindukan.
dia adalah perempuan perkasa. aku menyayangimu dengan rasa yang kupunya..meski kemudian rasa ini membuatku makin bersalah dan membuatku mempertanyakan rasa yang aku punya. Tuhan, andai saja ada jalan yang membuat penyesalan ini terampunkan. dan andai saja waktu bisa berulang. namun sekali lagi hidup adalah memandang ke depan.
semoga kau bahagia di sana, doaku selalu menyertaimu. Tuhan berilah tempat untuknya yang terbaik di sisi Mu, amien.
grandma, i luv u...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar