Kalo ngomongin tahun 2008 kayaknya nggak akan ada habisnya. Gimana enggak karena tahun itu kayaknya adalah me anno horibis (tahun terburukku). Ada drama penyesalan, pengkhianatan, pengingkaran janji, ragu.. Nggak sanggup deh kalo mendaftarnya. Seperti mendaftar laporan pengakuan dosa dan penderitaan saja..
Tapi tentu saja bukan tanpa hal baik. Ada sih..namun tertutup dengan yang buruk jadi nggak kelihatan. Jadi rasanya memang sangat buruk. DAMN!!! Refleksi ini menyadarkan aku bahwa aku nggak cukup konsisten dengan apa yang selama ini aku pegang. meski di satu sisi aku bisa berkelit dengan argumen lain untuk membela diri (c'moon ini alasan cuma untuk membenarkan diri di beberapa kasus. tapi bukankah selalu ada pembenaran yang selalu kita ajukan?). Aku terjebak dalam battlefield yang aku ciptakan sendiri, yang membuatku justru kalah (dalam perspektifku) meski aku enggan mengakuinya. Ternyata apa yang aku pikirkan baik belum tentu baik, dan justru hal tersebut justru memerosokkan aku dalam hal yang buruk. Membuat aku *****
ingin sekali menjadi dewasa, dan tidak terjebak pada rasa ini. Kadang saya kangen dengan diri saya yang sebelumnya. Yang tentunya tidak akan menangis karena rasa ini. Namun semuany sudah demikian dalam terjadi membuat saya semakin terpuruk. Berulang kali saya berkata hidup harus jalan terus... namun nyatanya sulit bagi saya.
Namun semuanya tentu saja proses, bukankah Tuhan tidak akan memberikan hal yang tidak mungkin kita hadapi? Jadi ini adalah tantang bagi saya. Tantangan untuk melanjutkan hidup saya sebagai perempuan.. dengan segala hal yang menjadi konsekuensinya, tentang ketidakadilan....
Semangat...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar