Belakangan ini penyesalan menyeruak, membuat aku berpikir tentang yang lalu. Aku tidak tau bagaimana kemudian menjalani hidupku, saat sebuah tanya kemudian terucap, saat penyesalan menjadi tak termaafkan. Aku tak bisa selamanya menghindar.
Kita memang tidak bisa terus mengingat masa lalu, karena kita hidup untuk masa depan. Tetapi bukankah masa lalu kemudian menjadi pondasi masa depan? bukankah masa lalu tetap akan menjadi bayang di masa depan. Bohong besar jika kita berpikir sudah melupakan masa lalu, karena nyatanya itu sulit (kecuali jika kita amnesia, mungkin).
Demikian juga dengan rasa ini. Seberapa inginnya aku menghapus bagian itu untuk membuat penyesalan ini tak begitu menyiksa, namun rasanya sulit juga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar