untuk seseorang, wherever you are
masih ingat akan hal ini..?
berawal dari keraguan (ilmu pengetahuan) dan berakhir dengan keindahan (seni) itulah filsafat
berawal dari semangat dan kemarahan dan berakhir dengan sebuah kejayaan itulah revolusi Kuba di bawah Fidel Castro dan Raul Castro
berawal dari sebuah kata dan berakhir dengan kisah menakjubkan itulah hamlet, milik shakespeare
bermula dari permainan kejam dan keras dan berakhir dengan permainan indah dan beradab itulah sepakbola
berawal dari rasa ingin ingin berbuat serta kebingungan lalu berakhir dengan sesuatu yang menakjubkan itulah google
akhirnya...
berawal dengan kerapuhan lalu berakhir dengan keyakinan dan kemantapan itulah cinta kami, semoga...
namun kerapuhan adalah hal nyata yang ternyata tak bisa berakhir dengan harapan di belakangnya. rapuh adalah rapuh dan kami membiarkannya tetap seperti itu, bagaimanapun usaha kami.
kemudian, seseorang tersebut mengatakan padaku tentang kematian, namun hingga hari ini aku masih yakin bahwa dia akan baik-baik saja. meskipun dia telah berusaha menghapus segala jejaknya di dunia maya, satu-satunya jalan yang mempertemukan kami. ini sudah pilihan kami, bahwa semuanya harus berakhir.
menjadi teringat kata-katamu
jauh,,jauh sebelum kuputuskan melabuhkan hatiku di dermaga jiwamu. aku telah menggenggam asauntuk menjalani sisa hidupku yang rasa-rasanya memang tak akan terlalu panjang. bahkan aku merasa-rasa mungkin tak selama khairil, sang pujangga pemberontak itu..ah aku tidak mau memikirkan itu.
kalau saja saat itu datang, aku ingin kembali saat aku tengah mencium tanah yang subur karena perjuangan, karena usaha bukan hanya karena menikmati pemberian tuhan, tanah yang diubah dari kegersangan..
jika saja waktu itu tiba, aku ingin tengah berbaring dikelilingi para sahabat yang sama-sama tengah menyemai benih kasih sayang di padang dunia yang pongah ....
aku tak tahu kapan waktunya itu, tapi semoga semuanya berakhir sebagaimana inginmu. meski kemudian terasa tak adil bagi orang-orang yang dekat denganmu. tapi sudahlah itulah pilihan, sebagaimana pilihan yang juga akan aku ambil.. aah ini kembali mengingatkan aku pada kata-katamu..
rasa-rasanya mimpi kami banyak yang berhimpit. meski mungkin cara dan cita rasanya tak sama tapi sejatinya mimpi kami berada dalam horison yang sama..
untukmu dimanapun itu, aku hanya bisa mendoakan semoga kau baik-baik saja. aku pun ingin memeluk mimpiku, dan ini menuntutku untuk beranjak dari tempat ini, setelah sekian lama aku berdiam dan "menikmati" segala rasa ini. kita tidak pernah tahu kapan kematian 'kan menyapa kita, namun kapanpun itu, kuharap aku telah memeluk mimpiku.. meraih jalan yang sedikit berbeda.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar